- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
- Semarak Maulid Nabi di Perumahan Kayla, Kebersamaan dan Kekompakan Warga Menjadi Cermin Teladan
Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Remaja di Tangerang, Polisi Ungkap Kasus Kurang dari 24 Jam
PEMRED : Iyan Baduy
TANGERANG - info Fakta news
Kepolisian berhasil mengungkap kasus tawuran antar pelajar yang berakhir fatal dan merenggut nyawa seorang remaja di Jalan Lavon, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Seluruh proses pengungkapan dan penangkapan dua terduga pelaku dilakukan dalam waktu yang sangat cepat, yakni kurang dari 24 jam pasca kejadian.
Peristiwa bentrok tersebut terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.
Berkat kerja cepat tim kepolisian, tepatnya pada Jumat pagi, 5 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku utama telah berhasil diamankan oleh petugas dari Polsek Pasar Kemis jajaran Polresta Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, membenarkan penangkapan tersebut sebagai hasil penyelidikan intensif timnya.
“Kurang dari 24 jam setelah peristiwa itu terjadi, kami telah berhasil mengamankan dua pelajar yang diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Kombes Indra Waspada.
Menurut penjelasannya, bentrokan bersenjata tajam ini melibatkan dua kelompok pelajar yang berasal dari dua sekolah berbeda, yakni satu SMP di wilayah Cikupa dan satu SMP di wilayah Kecamatan Rajeg.
Pertikaian sengit tersebut berujung pada meninggalnya seorang pelajar yang berasal dari kelompok pelajar wilayah Cikupa.
Dalam operasi pengungkapan ini, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang diyakini digunakan saat aksi kekerasan terjadi.
Barang bukti tersebut terdiri dari enam bilah senjata tajam jenis celurit dan corbek, tiga unit telepon genggam, serta pakaian dan tas yang dikenakan oleh para terduga pelaku saat melakukan aksinya.
Hingga saat ini, tim penyidik masih terus menggali informasi lebih mendalam untuk memetakan keterlibatan dan peran masing-masing individu yang turut ambil bagian dalam peristiwa tersebut.
“Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara rinci peran setiap pihak yang terlibat dalam tawuran yang memakan korban jiwa ini,” tambah Indra Waspada.
(Red).






