Polda Banten Klarifikasi Isu Penculikan Anak di Pontang: Tidak Ada Penculikan, Hanya Perempuan Diduga Gangguan Kejiwaan

PEMRED : Iyan Baduy

22 Agu 2026, 17:42:28 WIB

Polda Banten Klarifikasi Isu Penculikan Anak di Pontang: Tidak Ada Penculikan, Hanya Perempuan Diduga Gangguan Kejiwaan

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea,

SERANG – Info Fakta News

Kepanikan yang sempat menyelimuti masyarakat terkait kabar dugaan penculikan anak di depan SDN 1 Bayongbong, akhirnya mendapat kejelasan resmi dari pihak kepolisian. 

Polda Banten melalui Polsek Pontang telah melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang viral di media sosial tersebut, sekaligus menelusuri keberadaan seorang perempuan paruh baya yang diduga mengalami gangguan kejiwaan di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa sebelum kabar tersebut menyebar luas di dunia maya, personel Polsek Pontang justru telah lebih dulu menerima laporan mengenai keberadaan seorang perempuan dengan kondisi yang tidak biasa di kawasan Pasar Begog, Kecamatan Pontang. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 07.37 WIB.

Personel Polsek Pontang bersama petugas Puskesmas Pontang segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Perempuan tersebut kemudian ditemukan sedang tidur di teras rumah warga di Kampung Pasar Begog, Desa Singarajan, Kecamatan Pontang,” ungkap Maruli saat memberikan keterangan pada Sabtu (22/8/2026).

Perempuan tersebut terlihat mengenakan pakaian kotor, membawa selendang berwarna cokelat, serta memeluk boneka anak kecil. 

Diduga mengalami gangguan kejiwaan, ia sempat mengamuk di sekitar Pasar Begog, sehingga warga kemudian memintanya meninggalkan lokasi dan mengarahkannya menuju Jalan Raya Pontang–Ciruas. 

Saat beranjak, perempuan itu masih tampak dengan penampilan yang sama. Hingga kini, identitasnya belum diketahui dan tidak ada warga yang mengenalinya.

Kabar tentang keberadaan perempuan inilah yang kemudian berubah menjadi narasi tidak benar di media sosial, hingga menimbulkan keresahan luas seolah-olah terjadi upaya penculikan anak.

Menyikapi hal tersebut, Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Maruli menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak.

Setiap informasi yang beredar di media sosial agar terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

(Red)