- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Mantan Direktur PDAM Lebak Dituntut 4 Tahun 6 Bulan, Kuasa Hukum Sebut, JPU Tidak Berperikemanusiaan.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info Fakta news
Pengadilan Negeri Serang kembali menggelar sidang dugaan korupsi penyertaan modal pada PDAM Lebak sebesar Rp. 15 Miliar dengan agenda sidang Pembacaan Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.
Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Lebak atas nama Andrie Marpaung dan M. Yasiir membacakan Tuntutan untuk terdakwa Ir. Oya Masri, M.E.
Dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan Direktur PDAM tersebut dengan tuntutan Penjara selama 4 Tahun 6 bulan dan denda 100 juta rupiah serta pengembalian kerugian negara sebesar Rp. 1,3 Miliar.
Advokat Acep Saepudin selaku Kuasa Hukum Oya Masri dalam keterangannya menyampaikan, mengaku keberatan atas tuntutan tersebut.
Acep Katakan, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini sangat tidak berperikemanusiaan karena menuntut klien saya dengan tuntutan yang sangat tinggi tanpa memperhatikan aspek-aspek kemanusiaan dan tanpa memperhatikan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.
Padahal dari 50 orang saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak ada satupun yang menuebutkan bahwa klien kami melakukan korupsi ataupun menerima suap atau gratifikasi, ucap Acep
Acep tegaskan dirinya menantang Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan jika memang ada aliran dana kepada klien saya.
Tapi apa yang terjadi ?, JPU tidak mampu melakukan itu, bahkan, di persidangan telah terungkap fakta bahwa Inspektorat tidak pernah melakukan audit terhadap perkara ini.
Inspektorat hanya menyimpulkan hasil audit yang dilakukan oleh 2 organisasi yang tidak berbadan hukum dan tidak memiliki kompetensi untuk menghitung kerugian negara.
Artinya Kejaksaan Negeri Lebak dalam menentukan kerugian negara dalam perkara ini sangat tidak mendasar dan tidak jelas, apalagi ada dana penyertaan modal sebesar Rp. 6,9 Miliar yang tidak diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Lebak.
Hal ini menimbulkan banyak tanda tanya kemana sebenarnya uang tersebut, kata Acep padahal ketika klien kami mengundurkan diri sebagai Direktur PDAM uang tersebut masih ada di rekening.
Namun ketika Direktur berganti uang tersebut tidak tau kemana dan digunakan untuk apa, karena Inspektorat sendiri tidak mau memeriksanya.
Oleh karenanya kami bergarap agar semua pihak yang terlibat dalam perkara ini dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat kelak, tegas Acep.
Acep juga menjelaskan bahwa pihaknya selaku Kuasa Hukum Oya Masri telah meminta waktu kepada Majelis Hakim untuk mengajukan pembelaan pekan depan sebelum Majelis Hakim membacakan Putusan Akhir.
(Red)






