- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Komplotan Pencurian Besi di Cikande, Sosok Terkenal Mantan Direktur BUMDes, hingga Gaya Hidup Mewah yang Jadi Sorotan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG – Info Fakta News
Pengungkapan kasus pencurian ratusan batang besi ulir ukuran 13 milimeter yang dilakukan tim Opsnal Reskrim Polsek Cikande, kini menjadi pembicaraan hangat dan menyita perhatian luas di tengah masyarakat Kecamatan Cikande.
Kejutan terbesar bukan hanya pada besarnya kerugian yang ditimbulkan, melainkan identitas para pelaku yang ternyata bukan sosok asing, nama dan wajah mereka justru sangat dikenal dan akrab di mata warga setempat.
Di antara kelima orang yang diamankan, satu nama mencuat paling tinggi, RMD (33). Ia bukan orang biasa, adalah keponakan dari Kepala Desa Parigi yang sedang menjabat saat ini.
Bahkan berkat hubungan keluarga tersebut, RMD sempat dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Direktur BUMDes Desa Parigi, saat pertama sang Paman menjabat, sebuah amanah yang menjadi wadah pengabdian dan kemajuan bersama warga.
Namun tak lama berselang, ia mengundurkan diri dari jabatan itu saat mencalonkan diri sebagai calon anggota Legistitif DPRD Kabupaten Serang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada tahun 2024 lalu.
Kini, di balik nama yang dikenal publik, muncul fakta-fakta yang mengejutkan masyarakat. Warga menyaksikan dengan mata kepala sendiri kebiasaan yang kerap dilakukan para pelaku di lokasi yang kini menjadi tempat kejadian perkara.
Kawasan parkiran di Kampung Kukun, Desa Parigi, yang berhadapan dengan Kampung Kamansari Ambon dan tepat di belakang kantor organisasi wartawan PERWAST.
Di tempat itu, mereka kerap terlihat berkumpul dengan gaya hidup yang mencolok, menggelar pesta minuman keras yang berlangsung hingga larut malam, didampingi sejumlah wanita yang diduga sebagai tenaga pemasar barang dan wanita malam.
"Siapa yang tidak kenal dengan pelaku pencuri besi ulir 600 batang yang kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat, Yang paling terkenal di Kecamatan Cikande itu, dia kerabat dekat Kepala Desa Parigi, dialah yang selalu tampil sebagai 'bos' setiap kali pesta minuman keras digelar di sekitar parkiran Cikande Ambon," ungkap seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar di benak warga, bagaimana seseorang yang diberi kepercayaan pernah memimpin badan usaha milik desa, yang bahkan pernah mencalonkan diri juga sebagai wakil rakyat.
Justru terjerat dalam tindak pidana pencurian besar-besaran sekaligus menjalani gaya hidup yang jauh dari keteladanan dan norma kesusilaan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar pula, dan di hadapan hukum, tidak ada seseorang pun yang berdiri di atas keadilan.
Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan tanpa pandang bulu, agar kepercayaan warga terhadap lembaga pemerintahan desa dan penegakan hukum dapat dipulihkan kembali.
(Red)






