- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Kepala Desa Cemplang Kecamatan Jawilan Diduga Alergi Wartawan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Kepala desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Agustani diduga tidak respon terhadap tugas jurnalis yang sedang bertugas dan hendak meminta konfirmasi terkait permasalahan yang ada di desanya.
Peristiwa bermula dari media online info fakta news menghubunginya melalui pesan whatsApp padahal ceklis dua tapi tidak membalasnya dan ketika dihubungi telepon seluler nya pun tidak diangkat, sampai ditelpon beberapa kali.
Parahnya lagi sampai hari kedua di hubungi lagi melalui telepon seluler tetap tidak ada respon dan terkesan mengabaikan. Padahal harusnya pejabat publik sebagai pelayan masyarakat harus tanggap, dapat menjalin komunikasi yang baik dengan siapapun apalagi dengan media.
Konfirmasi yang diminta media kepada kades Cemplang terkait adanya seorang warga bernama Siti Suminah berdomisili di kampung Bendo RT. 022 RW. 005, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Yang mana warga tersebut bersama kelima orang anaknya tinggal di sebuah gubuk panggung yang tidak layak huni dengan kondisi bangunan rusak, dan dalam kesehariannya sering tidak makan nasi, yang jadi santapan keseharian keluarga Kiong sawah (Tutut-red)
Mirisnya berdasarkan pengakuan Siti Suminah kepada awak media mengatakan bahwa ia beserta anak-anaknya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.
Karena hal tersebut pihak media konfirmasi kepada kepala desa untuk meminta klarifikasi dari kades terkait penjelasan yang disampaikan warganya agar pemberitaan berimbang.
Kades harusnya mengetahui bahwa Pers berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat, yang mana fungsi dasar pers adalah menyebarkan informasi yang didapat berdasarkan fakta dan data di lapangan sebenarnya untuk diketahui publik.
Sangat disayangkan sikap kades Agustian tdak mencerminkan seorang pemimpin yang bijak bahkan terkesan tidak menghargai profesi jurnalis yang dalam bertugas dilindungi Undang-Undang.
Sampai berita ini publish pihak desa belum memberikan klarifikasi.
(Red)






