- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Kecewa Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaki, Warga Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan Desa
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Warga Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi menanam pohon pisang di ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah, Kamis (25/12/2025.)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa maupun pemerintah daerah yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.
Hingga kini, jalan yang menjadi akses vital warga itu belum juga diperbaiki, meskipun keluhan telah berulang kali disampaikan
Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah sangat membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Sebelumnya kami sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Karena rasa kecewa, akhirnya kami memutuskan melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan yang berlubang ini sebagai bentuk kekecewaan,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Warga mengaku kecewa karena pemerintah desa dan pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa kepastian pembangunan. Mereka berharap aksi tersebut dapat membuka mata pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret.
“Kami ingin ada perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar janji belaka. Jalan penghubung antar desa ini sangat penting bagi warga,” tambah warga lainnya.
Aksi tanam pohon pisang ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar segera merealisasikan perbaikan jalan poros desa demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
(Red)






