- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Diduga Proses Pengolahan Emas Ilegal, Untuk Pemanasan Tongnya Menggunakan LPG Bersubsidi.
PEMRED : Iyan Baduy
BOGOR - info fakta news
Ditemukan pengusaha pengolahan emas ilegal diduga gunakan tabung gas LPG bersubsidi, di Kampung Susukan RT. 002 / 006, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor - Jawa Barat.
Pengusaha berinisial (HD) dan (HR) dalam proses pengolahan emas untuk pemanas tong nya memakai gas LPG ukuran 3 kg.
Berdasarkan informasi yang didapat pemakaian gas tabung melon ini sudah berjalan menahun, digunakan pada proses pengolahan emas dalam skala besar
Saat ditemui awak media kedua pemilik pengolahan emas tersebut dan ditanya terkait perijinan, keduanya mengakui tidak memiliki izin dan perusahaannya pun tidak berbadan hukum.
Saat diliput wartawan (HD) yang merupakan pemilik pengolahan emas terkesan tidak terima dan menghubungi pihak kepolisian.
Yang tak lama kemudian datang petugas kepolisian dari Polsek Cigudeg.
Setibanya di TKP sempat terjadi insiden cekcok mulut antara wartawan dan anggota Polsek Cigudeg serta adanya upaya petugas menghalau awak media untuk pergi dari kediaman pengusaha pengolahan emas tersebut.
Bahkan sempat petugas Polsek Cigudeg merampas KTP serta kunci mobil milik wartawan Police news.com.
Kesalahfahaman mereda setelah Herman (wartawan-red) menjelaskan kedatangannya di tempat tersebu, dalam rangka menjalankan tugas jurnalis.
Dijelaskan Herman dirinya sedang melakukan investigasi atas dugaan adanya pencemaran lingkungan dalam proses pengolahan emas di tempat tersebut.
Dijelaskan Herman dalam pengolahan emas didapat informasi menggunakan bahan sianida,
Soda api, cairan H2.o air keras dan karbon.
Setelah mengetahui bahwa yang datang merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Akhirnya petugas memberikan kembali KTP dan kunci moilik Herman.
Sambil menyampaikan permintaan maaf seraya mengatakan, "kalau tahu dari awal yang datang Wartawan tentu kamipun tidak akan datang kesini" ucap salah satu polisi.
Terpisah, Dani Saputra yang merupakan sekjen Forum Wartawan Solid (FWS) Nasional, menyayangkan adanya insiden perampasan KTP dan kunci mobil.
Dan diduga petugas terkesan seperti mengepung seseorang padahal belum tahu persis permasalahannya.
Atas insiden ini Dani berencana membuat laporan ke propam Mabes Polri agar tidakan dalam bertugas seperti ini tidak terulang kembali.
Bukan hanya itu, Dani pun akan melaporkan kegiatan pengolahan emas ilegal yang diduga terjadi pencemaran lingkungan, pada Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi.
Hal ini di diduga usaha tersebut sudah merugikan warga sekitar lingkungan yang terdampak oleh pencemaran lingkungan.
Dan dalam proses pengelohan menggunakan bahan kimia berbahaya, serta gas LPG bersubsidi
Perusahaan nya pun tidak memiliki badan hukum serta mengantongi ijin resmi dari pemerintah.
(Red)






