- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Diduga Gagal Pengawasan Dana Pendidikan, SMPN 2 Tenjo Rusak Meski Anggaran Mengucur
PEMRED : Iyan Baduy
BOGOR - info fakta news
Kondisi Gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan terkesan tidak terurus menjadi sorotan publik khususnya masyarakat Kecamatan Tenjo.
Betapa tidak, sekolah yang biaya perawatannya sudah dianggarkan negara dan di gelontorkan secara rutin, tetapi kondisi bangunannya banyak yang rusak.
Tentu hal ini mengundang banyak tanya terkait anggaran pemeliharaan yang ada, diduga tidak dilaksanakan dan bangunan dibiarkan rusak.
Sekolah ini SMPN 2 Tenjo yang beralamat tepatnya di Desa Tapis, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Padahal biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah di tahun 2025 dianggarkan lebih dari Rp100 juta.
Pantauan di lokasi beberapa ruang kelas tidak memiliki pintu dan plafon nya pun banyak yang sudah jebol.
Tentu kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi serta kenyamanan siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMPN 2 Tenjo menerima anggaran pemeliharaan tahun 2025 Tahap I sebesar Rp.44.355.200 dan Tahap II sebesar Rp.57.046.840. Namun, realitas fisik sekolah dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.
Saat di temui kesekolah Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat.
Ketidakhadiran pimpinan sekolah ini semakin memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan anggaran.
Berikutnya.
Sampai berita ini belum ada penjelasan yang disampaikan fihak sekolah.
(Red)






