- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Desa di Banten Menerima Banprov, Masyarakat Agar Ikut Mengawasi
PEMRED : Iyan Baduy
BANTEN - info fakta News
Gubernur Banten Andra Soni telah meluncurkan bantuan dana provinsi (Banprov) Banten sebesar Rp 100 juta kepada seluruh Desa di Provinsi Banten.
Peluncuran Banprov tersebut dilakukan Gubernur Banten Andra Soni di kantor Gubernur Banten komplek KP3B Kota Serang, pada Jumat 16 Mai 2025.
“Kami meluncurkan bantuan keuangan desa dari Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp 100 juta per desa,” ucap Andra Soni
Andra meminta kepada seluruh Kepala Desa agar bantuan tersebut dipergunakan untuk program biaya beasiswa kuliah bagi masyarakat kurang mampu.
“Bidang yang akan dibiayai untuk kuliah meliputi pertanian, perikanan, atau peternakan, menyesuaikan dengan potensi desa masing-masing,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah meminta masyarakat maupun perangkat desa mengawasi penyaluran bantuan tersebut.
“Karena tujuannya adalah untuk mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yaitu adil dan merata,” tutur Berly.
Berly menjelaskan program sarjana desa bertujuan untuk memberi peluang kepada anak-anak dari keluarga miskin di desa agar bisa melanjutkan kuliah.
Birly mewanti-wanti agar program ini tidak dimanfaatkan secara sepihak oleh orang-orang dekat kepala desa atau perangkat desa.
“Maka dari itu, dukungan terhadap pengawasan dari seluruh elemen, baik masyarakat, desa, kecamatan, maupun kabupaten. Sangat diperlukan,” pungkasnya.
(Red).






