- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Aneh, Diduga Ada Penyimpang Anggaran DD, Desa Ciper Malah Sibuk Siapkan diri Ikut Lomba Desa Anti Korupsi.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Ditengah adanya dugaan penyimpangan anggaran dana desa dalam program Ketapang tahun anggaran 2023 dan 2024.
Desa Cikande Permai saat ini tengah sibuk mempersiapkan untuk mengikuti lomba desa statistik dan lomba desa anti korupsi.
Padahal sebelumnya sudah terbit pemberitaan di media online Nasional terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut berdasarkan hasil temuan salah satu Ormas Nasional.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, temuan tersebut sebelumnya berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat.
Kemudian ditindak lanjuti dengan diadakannya audiensi serta kroscek kelapangan, yang hasilnya memperkuat dugaan adanya penyimpangan Anggaran dana Desa.
Anehnya Kades Cikande Permai Dayari terkesan tidak menganggap adanya permasalahan atas temuan tersebut.
Harus nya permasalahan dugaan adanya penyimpangan anggaran dana desa tersebut di selesaikan dulu dengan membuktikan tidak ada kerugian keuangan Negara.
Terpisah saat di konfirmasi Juru bicara ormas LMP Romi, yang menduga kuat adanya penyimpangan anggaran desa dalam program Ketapang.
Hal ini menurut Romi, berdasarkan informasi dari masyarakat, dan didalami dengan penjelasan pada waktu audiensi dan kroscek fisik kelapangan.
Semua sudah jelas bahwa diduga fisik program Ketapang dilapangan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah dikeluarkan.
Dan saat ini pun kita buat lapdu ke APH dan sedang menunggu proses tindak lanjut atas Lapdu ini.
(Red)






