- Proyek Perbaikan Tanggul di Jembatan Cibeureum, Jl. Raya Cikande-Kopo, Diragukan Kualitasnya, Diduga Dikerjakan Secara Asal Jadi
- Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal di Lebak Tewaskan Satu Orang, Diduga Akibat Perbaikan Jalan Tanpa Rambu Peringatan dan Penerangan Jalan
- Parah, Hari Raya Idul Adha, PT. SNI dan PT. SDM diduga Perintahkan Karyawan Tetap Masuk Kerja.
- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
Viral di Medsos, Video Seorang Lelaki Setengah Bugil Di Acara Hajat Adat, Jadi Kecaman Warganet.
PEMRED : Iyan Baduy
SUKABUMI - info Fakta news
Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang laki-laki setengah bugil di tengah acara hajatan di lingkungan Kasepuhan Ciptagelar menuai sorotan publik.
Kejadian tersebut dinilai sangat tidak pantas dan bertentangan dengan norma adat serta nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat kasepuhan Ciptagelar Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.12/04/2026.
Sebagai salah satu kampung adat yang masih kuat menjaga tradisi leluhur, Kasepuhan Ciptagelar dikenal dengan kearifan lokal, tata krama, serta aturan adat yang ketat.
Oleh karena itu, munculnya peristiwa tersebut diduga mencederai marwah dan kehormatan lingkungan adat.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berperilaku tidak pantas di tengah acara yang seharusnya berlangsung sakral dan penuh nilai adat.
Kejadian ini pun memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari rasa prihatin hingga kecaman terhadap tindakan yang dianggap mencoreng nilai budaya dan kearifan lokal.
Sejumlah warganet menyayangkan insiden tersebut, mengingat Kasepuhan Ciptagelar dikenal sebagai wilayah adat yang menjunjung tinggi norma, tradisi, dan etika.
Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta adanya perhatian dari pihak terkait untuk menjaga marwah budaya dan ketertiban dalam setiap kegiatan masyarakat.
Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait serta langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan kelestarian nilai-nilai budaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, diimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menghormati adat istiadat yang berlaku di setiap wilayah, khususnya di lingkungan masyarakat adat.
(HKZ)






