- Proyek Perbaikan Tanggul di Jembatan Cibeureum, Jl. Raya Cikande-Kopo, Diragukan Kualitasnya, Diduga Dikerjakan Secara Asal Jadi
- Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal di Lebak Tewaskan Satu Orang, Diduga Akibat Perbaikan Jalan Tanpa Rambu Peringatan dan Penerangan Jalan
- Parah, Hari Raya Idul Adha, PT. SNI dan PT. SDM diduga Perintahkan Karyawan Tetap Masuk Kerja.
- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
Sampah Pasar Cikande Selalu Menumpuk Dan Tak Kunjung Diangkut, Bupati Diminta Turun Tangan.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Pemandang menumpuknya sampah di pasar Cikande sudah dianggap hal yang biasa dari waktu ke waktu.
Entah bagaimana sistem yang diterapkan pengelola sampah yang seakan tidak terencana dengan baik.
Sampah yang mengeluarkan aroma bau busuk dan sudah menutupi badan jalan yang merupakan akses keluar masuk pasar, dianggap tidak masalah.
Mirisnya bukan hanya pengelola sampah saja yang seolah lamban dalam mengatasi sampah, tetapi pengelola pasar pun seakan tak peduli dan terkesan masa bodoh.
Hal ini terlihat seperti tidak ada koordinasi dan kerjasama baik yang dibangun antara pengelola pasar dan pengelola sampah pasar.
Sebenarnya kondisi sampah numpuk menggunung ini, dikeluhkan pengunjung pasar yang merasa tidak nyaman akan bau busuk serta jalan yang tertutup sampah.
Menurut salah satu pengunjung yang merupakan warga sekitar dan tidak jauh dari area pasar, pada info fakta news mengatakan.
" Kondisi sampah seperti ini sudah berjalan lama, jadi akan diangkut sekaligus kalau sudah menumpuk, ini kan aneh " ucapnya
Lebih lanjut dikatakan, " sebenarnya kalau rutin diangkut dengan dijadwalkan jangan sampai menumpuk kan ini lebih bagus "
"Apalagi saat ini hujan turun hampir setiap hari, bau busuk sampah sangat mengganggu sekali sampai menyengat kehidung".
Di tambahkan nya " tentu hal ini berdampak pada kesehatan semua orang yang ada diarea pasar ".
Diketahui sampah tersebut dikelola secara pribadi oleh salah satu warga setempat, entah berdasarkan apa, penunjukan atau perintah dari siapa.
Karena sampai saat ini seolah pengelola sampah dalam pelaksanaan pengelolaan seperti tidak ada yang mengawasi atau memberi teguran, walau sampah menumpuk dan sudah harusnya di angkut untuk di buang ke TPA.
Kondisi tumpuk sampah yang di simpan sementara dalam waktu lama tersebut, jelas sudah mengabaikan kesehatan lingkungan, kebersihan dan keindahan.
Sangat disayangkan disaat gencarnya Bupati Kabupaten Serang yang fokus pada penanganan permasalahan sampah.
Dengan mengunjungi beberapa desa dalam program gerebek sampah,yang merupakan kegiatan penuntasan permasalahan sampah di wilayah kabupaten Serang.
Pihak pengelola sampah di pasar Cikande seakan tidak ikut mendukung program kerja tersebut , hal ini dapat dilihat dari kondisi sampah yang selalu menumpuk dan terkesan lamban dalam penanganannya.
Padahal tidak ada alasan sampah tersebut sampai menumpuk dalam waktu yang lama di tempat penampungan sementara ini.
Pasalnya iuran sampah yang diminta dari pedagang tiap hari oleh 4 orang petugas kebersihan sudah bisa dijadikan biaya operasional pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir.
Belum lagi Anggaran Pemkab Serang, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan sumber pendanaan lainnya seperti Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta.
Sampai berita ini terbit belum ada penjelasan dari pihak pengelola sampah dan pengelola pasar Cikande
(Red)






