- Proyek Perbaikan Tanggul di Jembatan Cibeureum, Jl. Raya Cikande-Kopo, Diragukan Kualitasnya, Diduga Dikerjakan Secara Asal Jadi
- Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal di Lebak Tewaskan Satu Orang, Diduga Akibat Perbaikan Jalan Tanpa Rambu Peringatan dan Penerangan Jalan
- Parah, Hari Raya Idul Adha, PT. SNI dan PT. SDM diduga Perintahkan Karyawan Tetap Masuk Kerja.
- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
Miris, Sopir Ambulans Desa Pagintungan, Honor nya Selama 3 Tahun Bekerja Belum Dibayarkan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Sungguh malang nasib Muslik, sopir Ambulans Desa yang sudah bekerja selama 3 tahun, tetapi belum menerima honor sepeserpun.
Padahal dalam melaksanakan tugas ia tak kenal waktu, semua dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam melakukan pelayanan terhadap warga desa yang sedang sakit, ia melakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak meminta imbalan apapun juga.
Baik dari warga yang sakit, dan ia antarkan ke rumah sakit maupun keluarganya.
Setiap mengantar warga yang sakit di rujuk ke rumah sakit, ada harap dari dirinya, sepulangnya nanti akan menerima honor dari Desa.
“Setiap kali mesin ambulans dinyalakan, saya cuma bisa berharap. Mungkin hari ini honor itu datang. Tapi sampai sekarang belum juga,” ucap Muslik, dengan suara penuh harap.
Muslik bukan tak pernah bertanya. Kepada Kepala Desa, ia sudah berkali-kali menyampaikan. Tapi jawaban yang datang tak pernah pasti. Padahal, sesuai aturan, honor itu seharusnya cair setiap tiga bulan dari Anggaran Dana Desa (ADD).
“Saya jalan terus karena ini soal nyawa orang. Tapi saya juga manusia, Bang. Saya punya anak, saya butuh makan,” ucapnya dengan wajah sedih.
Kisah Muslik bukan sekadar soal gaji yang tak dibayar. Ini adalah potret buram bagaimana petugas lapangan yang bekerja di garis depan bisa begitu mudah diabaikan oleh sistem.
Walau sudah 3 tahun tidak bayar honornya, tetapi Muslik terus mengabdikan diri pada masyarakat desa Pagintungan yang membutuhkan pertolongan itu semata sebagai rasa tanggung jawab dirinya.
Dan rasa ingin membatu semampu mungkin terhadap sesama yang membutuhkan bantuan.
Terpisah saat di konfirmasi Plt. Camat Jawilan melalui pesan whatsApp Usman S.Pd, belum memberikan jawaban.
Sampai berita ini terbit sedang mengupayakan konfirmasi dengan kepala Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
(Red)






