- Proyek Perbaikan Tanggul di Jembatan Cibeureum, Jl. Raya Cikande-Kopo, Diragukan Kualitasnya, Diduga Dikerjakan Secara Asal Jadi
- Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal di Lebak Tewaskan Satu Orang, Diduga Akibat Perbaikan Jalan Tanpa Rambu Peringatan dan Penerangan Jalan
- Parah, Hari Raya Idul Adha, PT. SNI dan PT. SDM diduga Perintahkan Karyawan Tetap Masuk Kerja.
- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
Bentuk Peduli Keselamatan Pengguna Jalan, Pengusaha Galian Bersihkan Tanah Yang Berserakan Di Jalan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Adanya keluhan masyarakat terkait jalan licin akibat tanah yang tercecer truk pengangkut tanah urugan dari lokasi galian.
Dan demi keselamatan pengguna jalan serta antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pengusaha galian bersihkan sisa lumpur dengan menurunkan truk tangki air di jalan Raya Palima - Cinangka, Kabupaten Serang.
Berdasarkan pantauan dilapangan serta informasi yang didapat dari warga ada tiga titik lokasi galian yang beroperasi.
Diantaranya di PT. Telaga Kencana Prima, PT. Wahyu Putra Mulya dan CV. Pabuaran Santosa, yang kesemuanya lokasi galian berada di Desa Panca Negara.
Diketahui aktivitas pembersihan jalan tersebut dilaksanakan oleh PT. Wahyu Putra Mulya.
Pembersihan tanah yang tercecer akibat tumpahan truk pengangkut tanah urug ini dampak yang dirasakan pada cuaca panas menimbulkan debu, tentu hal ini membuat tidak nyaman masyarakat dan pengendara terutama roda dua.
Ditambah saat ini hampir setiap hari turun hujan hal ini mengakibatkan jalanan menjadi licin dan sangat membahayakan pengguna jalan.
Namun demikian menurut salah satu warga sekitar yang enggan namanya diberitakan, dua perusahaan galian terkesan masa bodoh.
Padahal truk pengangkut tanah dari lokasi galian dua perusahaan tersebut juga banyak yang melintasi jalan tersebut.
Masyarakat berharap para pengusaha galian tersebut untuk melakukan pembersihan jalan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
(Red)






