- Proyek Perbaikan Tanggul di Jembatan Cibeureum, Jl. Raya Cikande-Kopo, Diragukan Kualitasnya, Diduga Dikerjakan Secara Asal Jadi
- Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal di Lebak Tewaskan Satu Orang, Diduga Akibat Perbaikan Jalan Tanpa Rambu Peringatan dan Penerangan Jalan
- Parah, Hari Raya Idul Adha, PT. SNI dan PT. SDM diduga Perintahkan Karyawan Tetap Masuk Kerja.
- Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sampai–Gunungkencana Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, GMBI Layangkan Pengaduan ke Kejati Banten
- Isu Pungli Bansos Lebak, Sumber Informasi Tiba‑tiba Berbalik Pernyataan, Publik Makin Bertanya‑tanya
- Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Pekan Arba Tembilahan Sering Jadi Penyebab Kecelakaan
- Spesialis Pembobol Rumah yang Meresahkan Warga Kibin Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi
- DPW Ormas Badak Banten Gelar Raker, Perkuat Solidaritas, Wujudkan Organisasi Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- Dugaan Penyekapan dan Perampasan Barang, Subkontraktor Pembangunan KDMP Lapor Perlakuan Tidak Wajar Kades Nayagati
- Dugaan Penipuan Kepala Desa Ciginggang Ditangani DPMD, LSM GMBI Desak Tindakan Tegas
Akibat Mesin Bising dan Diduga Polusi Saat Produksi, PT. Platinum Di Gerudug Warga.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news, PT. Platinum perusahaan yang memproduksi bata ringan (hebel-red) terketak di Jl. Raya Cikande-Rangkasbitung tepatnya di Kampung Pabuaran RT 001 / 004 Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten di Grudug warga sekitar lokasi perusahaan, pada Kamis (3/10/24)
Warga yang di dominasi kaum emak-emsk ini, dalam aksinya masuk Area pabrik seraya meneriakan keluhan yang di rasakan warga sejak pabrik ini melakukan operasional.
Menurut salah satu warga yang ikut dalam aksi ini saat di konfirmasi melalui WhatsApp yang identitasnya tidak bersedia di publikasikan pada info fakta news mengatakan, "pada saat mulai operasi pabrik ini sudah membuat tidak nyaman warga sekitar ucapnya ".
Ditambahkannya, " sejak pertama buka pabrik ini suara mesinnya terdengar bising sekali di tambah asap dan ada debu yang berterbangan ke pemukiman warga yang ada disekitar pabrik ".
Diketahui perusahan ini dekat dengan pemukiman warga, sekolah SDN 3 Cikande, Taman Kanak-kanak Pembina, Madrasah Ar Rahman, juga Masjid Ar Rahman.
Sementara menurut Ketua RT 001 /004 lingkung Pabuaran Sugandi pada awak media mengatakan, perusahaan tersebut bila sedang produksi suaranya sangat bising sekali, dan kalau produksi malam hari jelas sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat setelah siang hari melakukan aktivitas.
Lanjut Sugandi, kalau hal ini terus dibiarkan tentu jadi permasalahan bagi warga kami, karena suara yang terdengar cukup bising juga diduga terjadi polusi baik asap yang di keluarkan boiler juga debu dari bagian produksi sangat mengganggu anak-anak yang sedang belajar di sekolah.
Oleh karena itu kata Sugandi, aksi yang dilakukan warga sekarang ini terjadi secara spontanitas halnini terjadi karena warga merasa terganggu dengan suara yang sangat bising sekali, sementara diduga pihak perusaan tidak memperhatikan keluhan warga yang sebelumnya sudah melakukan aksi serupa.
Sugandi berharap pihak perusahaan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan atas permasalahan ini supaya perusahan dan lingkungan sekitar perusahaan bisa harmonis dan tidak ada lagi gerakan yang dilakukan warga karena merasa terganggu dengan bising yang di sebabkan mesin pabrik saat sedang Produksi.
Sampai dengan berita ini terbit media info fakta news belum mendapat keterangan dari pihak perusaan terkait terjadinya kebisingan juga dugaan polusi pada saat kegiatan produksi berjalan.
(Iyan baduy)






